3 Bintang Sepak Bola Yang Bersinar Walau Pernah Mengalami Penolakan Yang Pahit Di Saat Belia

Bintang Bercelona Lionel Messi jadi salah satu pemain sepak bola yang paling sukses yang selama lebih dari 1 dekade terakhir. Pemain Juventus iyalah Cristiano Ronaldo, yang sangat layak di imbanggi dengan kehebatan Lionel Messi.
Tetapi, siapa yang sangka karier Lionel Messi Tidak selalu mulus. Lionel Messi mempunyai julukan La Pulga ini pernah mengalami penolakan di saat belia.
Tetapi, penolakan dari sebuah akademi club ini tidak membuat Lionel Messi putus asa. Dan buktinya dapat kalian lihat sekarang. Dan hampir semua gelar yang bergengsi pada kancah sepak bola sudah di raihnya.
Lionel Messi juga pernah mengalami pengalaman yang pahit dan pertama yang di alaminya. Lionel Messi fokus membangun keriernya dengan La Masia, di akademi sepak bola yang dimiliki Barcelona. Tekat besar Lionel Messi tidak sia-sia. Kemungkinan club yang sudah pernah menolak Lionel Messi dulu hanya dapat menyesal sudah menolaknya.
Pengalaman Lionel Messi ini juga sudah di alami beberapa bintang sepak bola yang lainnya. Tetapi mereka juga tak petah semangat begitu saja dan mereka bangkit buat menlajutkan kariernya sebagai pemain sepak bola.
Beberapa Pemain sepak bola yang dapat bersinar pada kancha sepak bola dunia meskipun yang mendapatkan penolakan.

Lionel Messi (Como Calcio)
Como Calcio, tim yang sekarang bermain di kasta dan ketiga sepak bola dari itali, mungkin sekarang sangat menyesal karena sudah pernah menolak bocah ini untuk masuk ke akademi club. Dan bocah ini merupakan Lionel Messi.
Lionel Messi sudah menerima penolakan pada Lionel Messi masih berusia 15 tahun. Lionel Messi juga pernah menjalani uji coba di timnas Como Calcio.
Como Calcio ini menjadi salah satu tim paling elit di Serie A Itali. Como Calcio tidak membiayai pengobatan Lionel Messi yang mengidap kelainan hormon perkembangan.
Kemudian Lionel Messi berakhir pada La Masia Barcelona dan juga sisanya semua adalah sejarah.

Neymar (Lokomotiv Moskow)
Moskow mendapatkan tawaran buat merekrut Neymar di saat masih berusia 16 tahun. Namun, sayang sekali Neymar disingkirkan Alan Gagatov yang pada saat itu berstatus tanpa club.
Penolakan ini membuat Neymar menahan dirinya buat bermain di Eropa. Sekarang, dengan kariernya yang cemerlang, Neymar sudah membuktikan pantas jadi salah satu pemain yang terbaik di dunia.
Tidak berselang lama di saat penolakan ini, Neymar dipinang oleh suatu tim terbaik di dunia, yaitu Barcelona. Sekarang Neymar bermain buat Paris Saint Germain.

Kylian Mbappe (Chelsea)
Pemain mudah berbakar di Prancis yang sekarang membela PSG, Kylian Mbappe, hampir jadi bagian skuat belia Chelsea.
Tim pencari bakat Chelsea melihat bakatnya Kylian Mbappe dan sudah berada pada pusat latihan Chelsea buat mengikuti seleksi, Tetapi, Kylian Mbappe akhirnya kecewa.
Disaat mengalami masa uji coba, Kylian Mbappe berhasil memperlihatkan kemampuannya dan juga mencetak gol. Tetapi, Chelsea putuskan tak medatangkan ke Stamford Bridge.
Sekarang Kylian Mbappe jadi pemain yang top dunia dengan mempunyai prestasi terbaiknya dan menjuarai Piala Dunia di tahun 2018 sama Timnas Prancis.

Frank Lampard Kecewa, Chelsea Tidak Mampu Mengalahkan Newcastle United

Frank Lampard Kecewa, Chelsea Tidak Mampu Mengalahkan Newcastle United

Frank Lampard manajer Chelsea merasa kecewa timnya gagal  mencetak gol menuju gawang Newcastle United pada laga Liga Inggris pekan ke-23. Saat itu Chelsea bermain sangat dominan sepanjang pertandingan saat melawan New Castle United.

Chelsea bermain menuju markas Newcastle United, Sabtu (18/1) di St.James’Park. The Blues bermain sangat dominan saat berlaga pada pertandingan tersebut.

Pada situs resmi Premier League berdasarkan statistik, Chelsea mengemas 70% penguasaan bola pada laga, namun berbanding 30% untuk Newcastle United.

Tidak hanya itu saja, The Blues juga melepaskan 19 tendangan dan 4 di antaranya mengaran menuju gawang Newcastle United. Pada sisi yang lain dengan 7 tembakan dan 2 peluang baik didapatkan oleh Newcastle United.

Walaupun menguasai jalannya pertandingan tersebut, Chelsea kesulitan untuk membuat gol menuju gawang Newcastle United saat itu. Namun keadaan berbalik pada menit “90+4 tim tuan rumah sukses mencetak gol.

Saat sepak pojok yang dilakukan oleh Allan Maximim, bola tersebut sukses oleh sundulan Isaac Hayden dan melesat mulus masuk menuju gawang The Blues. Hingga pertandingan berakhir saat itu, Newcastle berhasil meraih kemenangan dengan skor 1-0.

Pelatih Chelsea Frank Lampard merasa kebingungan saat timnya tidak mampu mencetak satu gol saja menuju gawang Newcastle United saat itu. Pada sejumlah peluang bagus, Chelsea juga belum mampu untuk membobol gawang Newcastle United.

“Kami tidak dapat mencetak gol saat itu. Mereka mempunyai tiga sundulan menuju gawang kami dan saya juga tahu itu. Namun kami mempunyai kendali penuh atas seluruh pertandingan saat itu,”ucap Frank Lampard.

“Hal tersebut merupakan bagian dari musim kami saat ini, sangat begitu banyak kisah yang hebat pada musim kami saat ini, namun bagian dari hal tersebut merupakan mengendalikan pertandingan untuk kami, saat itu kami tidak dapat mencetak gol dan hanya membuat peluang,”imbuhnya.

“Apabila kami tidak membuat gol yang cukup pada pertandingan, mereka tidak akan menyerah begitu saja, Newcastle United sangat terorganisir dengan apa yang dilakukan mereka saat itu, juga kalian akan selalu terbuka untuk apa yang terjadi saat itu.”Kata Frank Lampard.

Chelsea vs Arsenal Derby London dimenangkan The Blues, Mikel Arteta Belum Pernah Menang

Chelsea vs Arsenal Derby London dimenangkan The Blues, Mikel Arteta Belum Pernah Menang

The Blues mengalahkan The Gunners pada laga Derby London dengan skor 2-1 di Emirates Stadium, minggu (29/12/2019) di kandang Arsenal selesai tuan rumah menyia-nyiakan keunggulannya mereka miliki sejak menit ke-13 pada pertandingan di pekan ke-20  Premier Leagues.

The Gunners sempat unggul melalaui gol Pierre Emerick Aubameyang pada menit ke-13, namun The Blues mampu membuat dua gol melalui Jorginho dan Tammy Abraham pada laga 10 menit terakhir membuat Chelsea berbalik unggul dan mengakhiri laga dengan perolehan 3 poin pada pertandingan big match derby london Arsenal vs Chelsea.

The Gunners bersama coach Mikel Arteta terpaksa harus menunggu sampai 2020 agar dapat merasakan kemenangan pertamanya semenjak diberi pekerjaan menangani The Gunners, sebaliknya Frank Lampard berhasil menutup akhir tahun 2019 dengan membawa The Blues menang dan menutupnya dengan manis.

Frank Lampard bersama The Blues memantapkan posisinya pada peringkat 4 klasemen sementara dengan mengoleksi 33 poin pada laga pekan ke-20, dan Mikel Arteta bersama The Gunners tertahan di urutan posisi ke-12 laga Liga Inggris dengan mengumpulkan 24 poin.

Arsenal mengawali pertandingan laga big match derby london dengan baik, namun dua peluang David Luiz untuk The Gunners belum membuahkan hasil gol pada laga, tendangan Mason Mount dapat dihalau Bernd Leno kiper The Gunners.

Memasuki menit ke-13 Pierre Emerick Aubameyang membuat gol dan membuat keunggulan untuk Arsenal setelah menyundul umpan sepak pojok dari Calum Chambers.

Kemudian pada menit ke-23 Chambers terpaksa keluar lapangan dengan terseok-seok dan digantikan oleh Shkodran Mustafi karena cedera setelah terjatuh pada posisi tidak baik saat berebut bola udara bersama Pierre Emerick Aubameyang saat itu.

Lalu Frank Lampard ingin segera ada perubahan pada pola bermain Chelsea dan pada menit ke-34 segera menarik keluar Emerson digantikan Jorginho.

Tapi tidak ada tambahan gol pada babak pertama dan berakhir untuk keunggulan Arsenal dengan skor 1-0.

Usai turun minum The Blues memiliki peluang membuat gol balasan melalui bola mati N’Golo Kante membuat tendangan jarak jauh namun tendangannya masih melebar dari mistar gawang Arsenal.

Situasi laga tak kunjung berubah dan Frank Lampard melakukan perjudian besar menarik keluar Fikayo Tomori lalu digantikan Tariq Lamptey pada menit ke-59 memberi kesempatan pemain berusia 19 tahun umtuk penampilan debutnya bersama The Blues.

Alur permainan mulai berpindah ke Chelsea sejak Lamptey masuk menggantikan Fikayo Tomori, pada menit ke-83 Jorginho sukses menyamakan kedudukan melalui tendangan mudah ke gawang Arsenal. Kiper The Gunners Bernd Leno melakukan blunder gagal menghalau tendangan bebas Mount kemudian bola mengarah ke Jorginho berdiri tanpa ada kawalan di area mistar gawang Arsenal.

Dengan empat menit berselang lini belakang The Gunners kembali gagal oleh serangan balik The Blues. Chelsea menyerang melalui Abraham yang menerima umpan tarik dari Willian dan mengecoh Mustafi sebelum melepaskan tendangan dan menjebol gawang Bernd Leno membawa The Blues berbalik unggul dengan skor 2-1 melalui tendangan Abraham.

The Gunners berjuang keras bangkit untuk mengamankan satu poin pada tujuh menit perpanjangan, namun umpan silang Lucas Torreira kemudian disambut tendangan voli Aubameyang masih melebar dari mistar gawang Chelsea.

The Blues memastikan timnya menutup akhir tahun 2019 dengan memenangi Derby London Liga Inggris pekan ke-20.

Sedangkan The Gunnerss masih mencari kemenangan perdananya pada era kepelatihan Mikel Arteta saat ini.

Susunan pemain:

Arsenal (4-2-3-1): Ainsley Maitland Niles, Bernd Leno, David Luiz, Calum Chambers (Shkodran Mustafi), Matteo Guendouzi, Bukayo Saka, Reiss Nelson (Nicolas Pepe), Lucas Torreira, Mesut Ozil (Joe Willock), Alexandre Lacazette, Pierre Emerick Aubameyang

Pelatih: Mikel Arteta

Chelsea (3-4-3): Antonio Rudiger, Kepa Arrizabalaga, Fikayo Tomori (Tariq Lamptey), Kurt Zouma, Cesar Azpilicueta, Mateo Kovacic (Callum Hudson-Odoi), N’Golo Kante, Emerson (Jorginho), Willian, Tammy Abraham, Mason Mount

Pelatih: Frank Lampard