Berita Bola, Pertikaian Internal Antara Paul Pogba Dengan Jose Mourinho

Paul Pogba

Penyerang.com –  Berita bola, adanya hubungan keruh dan perselisihan internal antara pelatih Manchester United, Jose Mourinho dengan pemain top MU,  Paul Pogba. Perselisihan ini berjalan sangant alot dan belum menemukan titik terang dan penyelesaiannya. Karena masalah ini, performa MU menjadi turun. Bahkan pemain MU lain yang tidak mau ikut campur pun, terpaksa angkat bicara dan beberapa diantaranya mendukung salah satu pihak.

Sebenarnya masalah internal antara pelatih dan pemain The Red Devils ini sudah muncul ke permukaan publik sejak awal tahun 2018, Hal tersebut terlihat saat Jose Mourinho sering mencadangkan Pobga dalam setiap kesempatan pertandingan. Sehingga Pogba pun terpaksa tidak bermain dan mendukung kawan-kawannya dari bangku cadangan. Selain itu, seringkali pelatih Manchester United, Mourinho tertangkap kamera jurnalis yang sedang meliput sesi latihan tim MU.

Terlihat bahwa Mourinho sering melakukan gestur atau tindakan yang tidak menyenangkan terhadap Pogba. Pertikaian ini semakin rumit dan tidak jelas arah selesainya. Masalah ini makin runyam saat adanya pemain MU yang lain ikut berpihak terhadap masalah ini. Awalnya, pemain lain sungkan untuk ikut campur masalah internal ini, tetapi karena situasinya semakin merepotkan dan memanas, maka beberapa pemain mulai angkat suara dan mendukung pihak yang bertengkar tersebut. Contohnya seperti Rashford, Lukaku dan Lingard yang mendukung Pogba.

Ada kabar bahwa beberapa pemain yang mendukung Pogba sudah mulai bergerak untuk meminta Ed Woodward agar mendepak Mourinho. Alasannya karena, konflik internal yang tak kunjung selesai sehingga memperkeruh suasana tim Manchester United. Kedua, strategi dan taktik bermain Mourinho dinilai tidak membawa MU kepada kemenangan dan tidak efisien. Para pemain mendesak agar Mourinho dipecat secepatnya sebelum memasuki pertandingan Liga Inggris dan Liga Champions.

Awal Mula Pertengkaran

Adapula pemain yang ikut mendukung Mourinho. Insiden perselisihan ini berawal dari Pogba yang pernah secara terang-terangan mengkritik strategi bermain MU yang terlalu defensif. Saat itu Pogba mengkritik pertandingan MU yang defensif setelah ditahan seri melawan Wolverhampton Wanderers. Sontak Mourinho marah kepada Pogba karena dinilai melecehkan dan tidak menghargainya. Buntut dari masalah tersebut tidak main-main. Karena jabatan wakil kapten Pogba dicabut oleh Mourinho.

Selain itu, ada kabar yang mengatakan bahwa adanya kesalahpahaman antara Mourinho kepada Pogba. Ceritanya berawal saat Pogba mengunggah video yang menunjukan Pogba tertawa lepas saat pertandingan MU melawan Derby County. Saat itu Pogba sedang di istirahatkan di bangku cadangan. Pada akhir pertandingan, MU yang akhirnya kalah 2-2. Mourinho sendiri mengira bahwa Pogba melecehkan strategi Mourinho yang menyebabkan MU kalah.

Menurut versi Pogba sendiri, video saat ia tertawa pada saat MU unggul 1-0, yaitu pada saat selebrasi gol Juan Mata di stadion Old Trafford. Tetapi karena koneksi internet yang kurang bagus, sehingga baru terupload pada saat selesai pertandingan. Dampak dari perselisihan ini juga tidak baik, karena Pogba berniat untuk pindah dari MU saat bursa transfer pemain di musim panas dibuka. Seharusnya, ada komunikasi yang baik antara kedua belah pihak agar masalah ini bisa diselesaikan dengan baik. Karena masalah ini bisa mempengaruhi performa tim untuk mencapai kemenangan. Update terus berita bola di situs ini agar anda tidak ketinggalan berbagai macam berita hangat tentang sepak bola.

 

 

Ian Wright : Tendangan Penalti Pogba Benar-Benar Buruk

Paul Pogba

Penyerang.com –  Bintang milik MANCHESTER UNITED, Paul Pogba menjadi pemain yang tampil begitu fenomenal pada pertandingan Liga Champions Grup H saat menghadapi Young Boys 20/9 WIB. MU sendiri pada saat itu berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 3-0 dimana Pogba menjadi bintang utama pada pertandingan tersebut dengan sumbangan dua gol dan via assist dari terciptanya gol Anthony Martial.

Nah, yang menjadi pembahasan kali ini bukan penampilan dari Manchester United maupun kemenangan besar atas Young Boys.Justru gol yang di cetak melalui tendangan penalti yang di lakukan oleh Pogba. Gaya eksekusi Pogba sendiri memiliki sebuah ciri khas yang unik, jika di telisik gaya tendangannya hampir mirip dengan Simeone Zaza dan Mario Balotelli. Ketika ingin menembak sang pemain sendiri mencoba memberikan ancang-ancang seperti mencoba berlari kecil lalu ia akan menembak dengan tembakan begitu keras ketika ia memiliki jarak yang cukup dekat dengan bola dan sekilas berhenti semenatara.

Pundit dari Skysport sendiri Ian Wright mengatakan jika gaya menembak penalti ala Pogba memiliki ancaman yang begitu mengerikan bukan untuk penjaga gawang melainkan rawan gagal jika teknik seperti itu kerap ia terapkan karena arah bola yang mudah di tebak oleh sang kiper lawan.

Wright sendiri mengambil contoh Simeone Zaza, yang gagal menembak penalti ketika ia membela timnas Italia ketika menghadapi Jerman di Euro 2016 yang lalu.Zaza yang menjadi eksekutor langsung mengambil tendangan tersebut dan mencoba gaya tembakan penalti yang hampir sama dengan Pogba. Namun bola yang ia tembak berhasil di mentahkan oleh penjaga gawang Manuel Never sehingga ia sendiri mendapatkan kritikan yang begitu tajam oleh publik Italia.

”Itu merupakan gaya penalti terburuk bagi saya, di masa lalu tendangan seperti itu sempat populer. Pemain-pemain seperti Rud Van Nisteroy pernah melakukannya, lalu Cristiano Ronaldo ketika membela MU, ia sempat melakukannya ketika melawan Chelsea di final Liga Champions, ia nyaris membuat United gagal di Liga Champions andai Van Der Sar tidak menyelamatkan MU. Dan sekarang dia bahkan tidak pernah melakukannya lagi. Simeone Zaza pernah melakukannya, hingga ia tak pernah mendapatkan panggilan lagi oleh Italia karena penalti konyol itu. Paul sempat gagal melakukannya ketika berjumpa Burnley namun ia berhasil kembali karena ia mencoba menembak dengan keras.Saya pikir itu sangat berbahaya karena ketika Pogba berjumpa dengan kiper yang memiliki kualitas ia pasti bisa membaca penaltinya.” ujar Ian Wright.

Pogba Pantas Jadi Kapten MU

Paul Pogba harus menjadi kapten Manchester United dan inilah saatnya Jose Mourinho menaruh kepercayaannya pada pemenang Piala Dunia
Pogba bersinar untuk Prancis di Rusia tetapi masih memiliki keraguan di sekitar Old Trafford.

Sementara pendukung Inggris hanya bisa melihat dengan kekaguman dan iri hati dan memikirkan apa yang mungkin terjadi, final Piala Dunia setidaknya memiliki hikmah bagi satu bagian penggemar Premier League.

Paul Pogba membuktikan, tanpa ragu, bahwa dia berkelas dunia, dapat bermain di panggung terbesar dan menjalankan pertandingan besar.

Dia memimpin perayaan di depan sekitar 500.000 penggemar di Paris setelah memenangkan apa yang oleh orang Prancis disebut La Coupe du Monde – dan sekarang dia harus menjadi kapten berikutnya dari Manchester United.

Manajer Jose Mourinho belum membuat pengumuman di belakang kapten klub Michael Carrick pensiun, dengan Nemanja Matic dan David De Gea juga dalam bingkai.

Tapi sementara itu diserahkan kepada kapten Tottenham, Hugo Lloris untuk mengangkat trofi di ibukota Rusia ini pada Minggu malam, Pogba telah muncul sebagai pemimpin tim Prancis yang tidak diragukan.

Tujuan ban kapten Old Trafford tentu saja tidak perlu dipikirkan.

Pogba telah menjadi kapten United dengan kebanggaan besar di masa lalu dan memberinya pekerjaan bisa memperbaiki hubungan yang kadang-kadang retak dengan Mourinho.

Di Piala Dunia, Pogba berkembang, dipasang dalam sistem Didier Deschamps dan memiliki pengaruh besar dalam tim.

Bahkan ketika skuad mengumumkan konferensi pers pasca-pertandingan Deschamps setelah menang 4-2 atas Kroasia pada hari Minggu, menghujaninya dengan Sampanye, Pogba memimpin.

Adil Rami, setengah lainnya Pamela Anderson yang pensiun kemarin dari tugas internasional, mengatakan: “Saya dapat memberi tahu Anda bahwa Paul Pogba – dan saya tidak tahu bagaimana dan saya tidak tahu dari mana – menjadi seorang pemimpin.
“Dia membuktikannya pada kami. Dia pemain yang sangat teknis, dia memiliki banyak bakat, tetapi dia berhasil bertempur di pertahanan.

“Semua orang suka pemain yang melakukan step-overs, pala, tetapi hari ini, Paul telah menjadi pemimpin.

“Dia yang menunjukkan jalannya. Semua orang ingin melihat pala tapi itu bukan tentang sepak bola. Anda harus berkeringat, Anda harus menyumbangkan tubuh Anda ke sains.