Victor Lindelof Akan Tanggapi Kritikan Dengan Memperbaik Performa

Akhir-akhir ini, Manchester United memang sering dilanda dengan berita-berita hangat yang sangat menggelitik klub raksasa ini. Dari pelatih, sampai ke pemain semua seolah mendapat perhatian khusus dari para pecinta bola. Tidak heran karena memang fans dari klub ini sangat menjamur dan parahnya akhir-akhir ini performa klub ini kian merapuh. Jose Mourinho tidak diragukan lagi, dirinya sudah pasti lelah dengan kritikan dari para fans dan netizen karena dirinya sering menyalahkan pemain yang diturunkannya ke lapangan.

Dari pemain barisan depan hingga belakang semua sepertinya pernah disalahkan oleh dirinya akhir-akhir ini sehingga sangat banyak berita klub ini karena pelatih anyar satu ini. Kali ini yang menjadi sorotan adalah pemain barisan pertahanan MU yaitu Victor Lindelof. Dirinya mendapat banyak kritikan karena dianggap memiliki performa yang semakin buruk saat di lapangan. Saat diwawancarai, dengan dewasa Victor Lindelof akan tanggapi kritikan dengan memperbaik performa bermainnya.

Meski dirinya telah berusaha keras untuk beradaptasi dan bermain dengan baik, bek timnas Swedia mendapat cibiran. Salah satunya adalah labeling Lindelof menjadi Lindeflop. Namun Victor sendiri tidak mau ambil pusing dengan cibiran para fans maupun netizen. Victor menanggapi bahwa ia hanya akan berfokus pada dirinya saja, dimana dia-lah yang menulis kisahnya sendiri. Sempat mengakui bahwa karirnya di Manchester United kurang berjalan dengan baik, namun dia tidak akan berhenti dan terus akan berusaha untuk karir yang lebih baik.

Tanpa Paul Pogba, MU kalah dari MC

Paul Pogba adalah seorang pemainyang sangat dominan bagi tim dari Manchester United maupun tim nasional Perancis. Keberadaan seorang Paul Pogba tentunya dapat memberikan perbedaan bagi kedua pemain lainnya di tim. Paul Pogba sangat terkenal dalam memberi semangat, motivasi, ancang-ancang hingga strategi permainan bagi teman 1 timnya. Tanpa Paul Pogba, MU kalah dari MC, hal tersebut mungkin akan berbeda jika Pogba tidak absen pada pertandingan tersebut.

Hasil pertandingan antara Manchester City saat menjamu Manchester United dalam ajang English Premier League pekan ke 12 adalah 3-1. Hal ini membuat perolehan gol Manchester United sampai pekan 12 Liga Premier Inggris menjadi -1 dan berada di posisi peringkat ke 8. Sejak peluit tanda pertandingan dimulai hingga akhir, tampak kesebelasan MU kesulitan menghadapi MC tanpa Pogba. Bola sangat dominan didominasi oleh Manchester City sekitar 65% dari keseluruahn pertandingan.

Saat diwawancarai oleh pers tentang Paul Pogba, Jose Mourinho seperti biasanya melontarkan kritikan halus. Ia berkomentar bahwa Paul Pogba membuat pertandingan tersebut tidak sesuai dengan perencanaan. Namun, disamping itu dapat terlihat bahwa Jose Mourinho benar-benar sangat mengandalkan gelandang anyar ini.

Namun apa daya, Paul Pogba harus absen karena mengalami cedera dan bukan atas keinginan diri sendiri. Pertandingan tersebut menjadikan Manchester City tetap berada di urutan teratas sampai pekan 12 dalam ajang Liga Premier Inggris tahun 2018 ini.

Mourinho Berkata bahwa Setan Merah Masih Belum Menyerah

Jose Mourinho
Jose Mourinho

Manajer Manchester United yang bernama Jose Mourinho mengatakan kalau timnnya saat ini belum putus asa. Jelang melawan manchester city,  jose mourinho mengatakan bahwa Manchester United akan memberikan sebuah perlawanan.

“Jika kita ingin berkata dengan positif, aku pastikan kalau Manchester United termasuk sebuah tim yang tidak mudah untuk menyerah, Tandas Jose Mourrinho.

“kami termasuk Tim yang selalu dapat menemukan Jalan keluar dan memberikan sebuah perlawanan. Tetapi kami akan selalu kebobolan terlebih dahulu oleh lawan kami di pertandingan ini.”

“Terkadang kami tidak dapat membalikkan kedudukan, Terkadang kami dapat meraih hasil yang seri. Tetapi kami mempunyai semangat yang sangat tinggi dan kami tidak akan menyerah sampai kami dapat membalikkan posisi kembali.”

“aku berharap bahwa tim kami tidak akan kebobolan lebih dulu untuk laga-laga yang berikutnya. akan ada hari dimana kami pasti bisa membalikkan kedudukan tersebut dan posisi tersebut”.tandasnya lagi.

“Kami harus tetap memastikan bahwa kami mengalami perkembangan dan kemajuan yang pesat .Kami harus memulai laga ini dengan lebih baik lagi,”Tutur Jose Mourinho

Laga derbi Manchester United ini akan di adakan di stadion Etihad pada hari minggu. saat ini setan merah sedang berada di peringkat yang  ke-7, dan masih tertinggal dengan total 9 poin dari Manchester City yang sedang berada di Puncak Klasemen saat ini.

Berita Bola, Pertikaian Internal Antara Paul Pogba Dengan Jose Mourinho

Paul Pogba

Penyerang.com –  Berita bola, adanya hubungan keruh dan perselisihan internal antara pelatih Manchester United, Jose Mourinho dengan pemain top MU,  Paul Pogba. Perselisihan ini berjalan sangant alot dan belum menemukan titik terang dan penyelesaiannya. Karena masalah ini, performa MU menjadi turun. Bahkan pemain MU lain yang tidak mau ikut campur pun, terpaksa angkat bicara dan beberapa diantaranya mendukung salah satu pihak.

Sebenarnya masalah internal antara pelatih dan pemain The Red Devils ini sudah muncul ke permukaan publik sejak awal tahun 2018, Hal tersebut terlihat saat Jose Mourinho sering mencadangkan Pobga dalam setiap kesempatan pertandingan. Sehingga Pogba pun terpaksa tidak bermain dan mendukung kawan-kawannya dari bangku cadangan. Selain itu, seringkali pelatih Manchester United, Mourinho tertangkap kamera jurnalis yang sedang meliput sesi latihan tim MU.

Terlihat bahwa Mourinho sering melakukan gestur atau tindakan yang tidak menyenangkan terhadap Pogba. Pertikaian ini semakin rumit dan tidak jelas arah selesainya. Masalah ini makin runyam saat adanya pemain MU yang lain ikut berpihak terhadap masalah ini. Awalnya, pemain lain sungkan untuk ikut campur masalah internal ini, tetapi karena situasinya semakin merepotkan dan memanas, maka beberapa pemain mulai angkat suara dan mendukung pihak yang bertengkar tersebut. Contohnya seperti Rashford, Lukaku dan Lingard yang mendukung Pogba.

Ada kabar bahwa beberapa pemain yang mendukung Pogba sudah mulai bergerak untuk meminta Ed Woodward agar mendepak Mourinho. Alasannya karena, konflik internal yang tak kunjung selesai sehingga memperkeruh suasana tim Manchester United. Kedua, strategi dan taktik bermain Mourinho dinilai tidak membawa MU kepada kemenangan dan tidak efisien. Para pemain mendesak agar Mourinho dipecat secepatnya sebelum memasuki pertandingan Liga Inggris dan Liga Champions.

Awal Mula Pertengkaran

Adapula pemain yang ikut mendukung Mourinho. Insiden perselisihan ini berawal dari Pogba yang pernah secara terang-terangan mengkritik strategi bermain MU yang terlalu defensif. Saat itu Pogba mengkritik pertandingan MU yang defensif setelah ditahan seri melawan Wolverhampton Wanderers. Sontak Mourinho marah kepada Pogba karena dinilai melecehkan dan tidak menghargainya. Buntut dari masalah tersebut tidak main-main. Karena jabatan wakil kapten Pogba dicabut oleh Mourinho.

Selain itu, ada kabar yang mengatakan bahwa adanya kesalahpahaman antara Mourinho kepada Pogba. Ceritanya berawal saat Pogba mengunggah video yang menunjukan Pogba tertawa lepas saat pertandingan MU melawan Derby County. Saat itu Pogba sedang di istirahatkan di bangku cadangan. Pada akhir pertandingan, MU yang akhirnya kalah 2-2. Mourinho sendiri mengira bahwa Pogba melecehkan strategi Mourinho yang menyebabkan MU kalah.

Menurut versi Pogba sendiri, video saat ia tertawa pada saat MU unggul 1-0, yaitu pada saat selebrasi gol Juan Mata di stadion Old Trafford. Tetapi karena koneksi internet yang kurang bagus, sehingga baru terupload pada saat selesai pertandingan. Dampak dari perselisihan ini juga tidak baik, karena Pogba berniat untuk pindah dari MU saat bursa transfer pemain di musim panas dibuka. Seharusnya, ada komunikasi yang baik antara kedua belah pihak agar masalah ini bisa diselesaikan dengan baik. Karena masalah ini bisa mempengaruhi performa tim untuk mencapai kemenangan. Update terus berita bola di situs ini agar anda tidak ketinggalan berbagai macam berita hangat tentang sepak bola.

 

 

Momen Kekalahan Final Liga Champions Dari Barcelona 2009 Buat Carrick Depresi

Michael Carrick

Penyerang.com  – Mantan Gelandang MU yang kini menjadi staff kepelatihan Jose Mourinho di Klub Michael Carrick mengungkapkan jika diirnya begitu depresi atas kekalahan melawan Barcelona pada 2009 yang lalu di final Liga Champions eropa. Kala itu MU harus takluk dari Lionel Messi Cs dengan skor 2-0. Padahal mereka adalah juara bertahan sebelumnya ketika pada 2008 lalu mereka berhasil mengalahkan Chelsea di ajang yang sama dengan drama adu penalti.

Dalam buka Michael Carrick: Between The Lines.Ia mengungkapkan begitu hancurnya ia melihat klub yang ia bela di hancur leburkan oleh Barcelona yang kala itu tengah perkasanya di eropa.

Dan pengakuan bahwa salah satu pemain Inggris yang paling berbakat dari generasinya terpukul begitu keras oleh pengalaman di lapangan mengungkapkan tekanan jenis pemain top yang membuatnya begitu kacau..
“Saya lepas dengan sundulan dan Iniesta berada dalam sekejap, melewati Messi. Barcelona kejam dalam masa transisi.’’

“Saya dekat dengan Messi tetapi tidak bisa mencegah dia kembali ke Iniesta yang mendahului saya dan Anderson. Iniesta menyelipkan bola ke Eto’o, yang lolos dari Vidic.’’

“Saya menyelinap masuk tetapi hanya cukup dekat dengan Eto’o untuk melihat dia mencetak gol.’’

“Di saat-saat sepi di minggu-minggu setelah kekalahan 2-0 kami, bagian permainan itu terus kembali menghantui saya. Saya tidak bisa mengeluarkannya dari kepala. Kedengarannya melodramatis, tetapi saya tidak pernah pulih dari itu.’’

“Kenangan kebobolan gol lunak seperti itu selalu ada di pikiran saya. Memberikan bola ke tim mana pun berbahaya, tetapi ke Barcelona itu bunuh diri.’’

“Itu adalah yang terburuk yang pernah saya rasakan di lapangan sepakbola setelah satu pertandingan sejauh satu mil. Saya secara mental hancur, marah dan frustrasi oleh penampilan saya dan oleh United.’’

 

Paul Scholes : Jose Mourinho Segera Berakhir !!!

Penyerang.com –  Legenda MU Paul Scholes menuding pelatih Jose Mourinho sebagai sosok yang begitu ‘memalukan’ dan mengklaim Manchester United bermain sangat membosankan dan dia harus menonton pertandingan lain yang kedepan dengan opsi dimana yang bersangkutan berharap akan segera di pecat sebelum pertandingan melawan Valencia di Liga Champions Eropa.

PAUL SCHOLES mengatakan Manchester United telah menjadi begitu membosankan dia harus menonton pertandingan lain untuk menemukan kesenangan sepakbola.

Scholes telah dipaksa untuk menahan tampilan United yang membosankan ketika mereka gagal meraih hasil imbang Liga Champions dengan Valencia di Old Trafford.

Dan dia mengakui telah menjadi begitu sulit untuk menonton mantan klubnya dalam perannya sebagai cendekiawan TV untuk BT Sport dia sering berpaling untuk mengambil tindakan di tempat lain.

Scholes mengatakan: “Ini semua sangat membosankan, dan itu bukan hanya sepuluh pertandingan terakhir. Sudah membosankan untuk ditonton tahun lalu.

“Kami di sini sedang melakukan permainan, dan kami akhirnya menonton layar lain mencoba menemukan beberapa sasaran.”

Scholes hampir tidak bisa menyembunyikan penghinaan untuk United dan Jose Mourinho pada khususnya – dan mengklaim manajer menjadi “malu” untuk klub.

Mourinho berselisih dengan Paul Pogba dan Alexis Sanchez, dan mempertanyakan komitmen para pemainnya setelah kekalahan 3-1 Sabtu yang menyedihkan di West Ham.

Ini adalah awal terburuk United untuk satu musim selama 29 tahun dan Mourinho mendapat kecaman.

Legenda Old Trafford Scholes, berbicara sebelum hasil imbang tanpa gol United melawan Valencia, mengatakan: “Saya terkejut dia selamat setelah hari Sabtu, penampilannya sangat buruk.

“Dia keluar dalam konferensi pers dan terus-menerus bermain dengan pemain, melakukan sesuatu pada orang-orang di atasnya karena dia tidak mendapatkan apa yang dia inginkan.

“Saya pikir mulutnya di luar kendali dan dia memalukan klub.”

Ian Wright : Tendangan Penalti Pogba Benar-Benar Buruk

Paul Pogba

Penyerang.com –  Bintang milik MANCHESTER UNITED, Paul Pogba menjadi pemain yang tampil begitu fenomenal pada pertandingan Liga Champions Grup H saat menghadapi Young Boys 20/9 WIB. MU sendiri pada saat itu berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 3-0 dimana Pogba menjadi bintang utama pada pertandingan tersebut dengan sumbangan dua gol dan via assist dari terciptanya gol Anthony Martial.

Nah, yang menjadi pembahasan kali ini bukan penampilan dari Manchester United maupun kemenangan besar atas Young Boys.Justru gol yang di cetak melalui tendangan penalti yang di lakukan oleh Pogba. Gaya eksekusi Pogba sendiri memiliki sebuah ciri khas yang unik, jika di telisik gaya tendangannya hampir mirip dengan Simeone Zaza dan Mario Balotelli. Ketika ingin menembak sang pemain sendiri mencoba memberikan ancang-ancang seperti mencoba berlari kecil lalu ia akan menembak dengan tembakan begitu keras ketika ia memiliki jarak yang cukup dekat dengan bola dan sekilas berhenti semenatara.

Pundit dari Skysport sendiri Ian Wright mengatakan jika gaya menembak penalti ala Pogba memiliki ancaman yang begitu mengerikan bukan untuk penjaga gawang melainkan rawan gagal jika teknik seperti itu kerap ia terapkan karena arah bola yang mudah di tebak oleh sang kiper lawan.

Wright sendiri mengambil contoh Simeone Zaza, yang gagal menembak penalti ketika ia membela timnas Italia ketika menghadapi Jerman di Euro 2016 yang lalu.Zaza yang menjadi eksekutor langsung mengambil tendangan tersebut dan mencoba gaya tembakan penalti yang hampir sama dengan Pogba. Namun bola yang ia tembak berhasil di mentahkan oleh penjaga gawang Manuel Never sehingga ia sendiri mendapatkan kritikan yang begitu tajam oleh publik Italia.

”Itu merupakan gaya penalti terburuk bagi saya, di masa lalu tendangan seperti itu sempat populer. Pemain-pemain seperti Rud Van Nisteroy pernah melakukannya, lalu Cristiano Ronaldo ketika membela MU, ia sempat melakukannya ketika melawan Chelsea di final Liga Champions, ia nyaris membuat United gagal di Liga Champions andai Van Der Sar tidak menyelamatkan MU. Dan sekarang dia bahkan tidak pernah melakukannya lagi. Simeone Zaza pernah melakukannya, hingga ia tak pernah mendapatkan panggilan lagi oleh Italia karena penalti konyol itu. Paul sempat gagal melakukannya ketika berjumpa Burnley namun ia berhasil kembali karena ia mencoba menembak dengan keras.Saya pikir itu sangat berbahaya karena ketika Pogba berjumpa dengan kiper yang memiliki kualitas ia pasti bisa membaca penaltinya.” ujar Ian Wright.

Juventus Kembali Hidupkan Minatnya Kepada Martial Januari Mendatang

Penyerang.com – Klub asal Italia, Juventus dikabarkan akan kembali mencoba mengejar tanda tangan pemain milik MU Anthony Martial pada bursa transfer Januari mendatang. Keinginan Juventusu memang sudah mencuat beberapa tahun terakhir dimana yang bersangkutan memang sudah ragu untuk mempertahankan masa depannya di Old Traford.

Martial sendiri memang sudah mengungkapkan niatnya untuk pergi dari United,dimana ia sempat absen di laga pramusim klub dengan beralasan untuk menemani sang istri yang melahirkan. TIdak hanya itu sebelum ia absen agennya sudah menyatakan jika kliennya memang tidak berniat untuk bertahan demi mencari jam bermain yang banyak dengan klub lain.

Nah, klub yang di kabarkan sangat serius meminati Martial sendiri adalah Juventus, Nyonyatua sangat ingin mendatangkan Martial karena mereka membutuhkan sosok pemain sayap untuk mendampingi Douglas Costa yang bermain sebagai winger kanan.

Kehadiran Martial sendiri bisa mengisi posisi kosong di sektor saya kiri dimana Cristiano Ronaldo juga bisa menempatinya tapi melihat usia Ronaldo yang sudah tidak memungkinkan membuatnya akan bermain sebagai penyerang inti Juventus.

Luke Shaw : Belum Saatnya Memperpanjang Kontrak Saya Di Klub

LOS ANGELES – Luke Shaw mengatakan dia tidak akan menandatangani kontrak baru dengan Manchester United sampai dia yakin dia telah mendapatkannya.

Bek memiliki satu tahun tersisa pada kesepakatannya setelah klub memicu opsi musim lalu. Dia bisa pergi tanpa apa-apa musim panas mendatang, meskipun sumber mengatakan kepada ESPN FC United tertarik untuk berusia 23 tahun untuk menyetujui ketentuan baru untuk melindungi investasi mereka pada pemain yang menghabiskan biaya £ 30 juta dari Southampton pada tahun 2014.

Namun Shaw menegaskan dia tidak akan menandatangani kontak hanya agar United dapat menghasilkan uang kembali. Dia ingin tetap di Old Trafford, tetapi hanya jika dia bermain game.

“Bagi saya pribadi, saya tidak berpikir saya ingin menandatangani kontrak sekarang.,” Katanya.

“Karena saya ingin membuktikan kepada orang-orang bahwa saya pantas mendapatkan kontrak. Saya tidak ingin menandatangani satu karena bla, bla, bla, apa pun yang terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Saya ingin mendapatkan kontrak dan saya ingin kontrak karena saya pantas mendapatkan kontrak. Saya tidak menginginkan kontrak karena mungkin di tahun depan atau lebih saya adalah agen bebas, jadi mungkin mereka mungkin ingin mengikat saya untuk itu. Tapi saya ingin menandatangani kontrak karena saya pantas dan klub ingin saya menandatangani satu. “

Shaw membuat hanya delapan Premier League dimulai musim lalu sebagai pilihan kedua bek kiri di belakang Ashley Young.

Seperti diungkapkan oleh ESPN FC, ia dianggap pindah musim panas ini.

Namun ketika berbicara tentang tur United di AS, dia mengungkapkan bahwa dia telah memutuskan untuk tetap tinggal kecuali Jose Mourinho mengatakan kepadanya bahwa dia tidak diinginkan.

“Saya tidak yakin pergi ke musim panas apa yang sebenarnya terjadi,” kata Shaw.

“Anda tidak benar-benar tahu apa yang akan terjadi musim ini, apakah itu akan sama dengan musim lalu atau tidak.

“Saya akan tetap ada kecuali ada sesuatu yang berubah secara dramatis dan manajer datang kepada saya dan mengatakan saya tidak dalam rencananya. Saya ingin bermain sepakbola. Saya tidak hanya di sini untuk mengambil gaji saya dan tidak melakukan apa pun. Saya ‘ Saya muda, saya masih 23 tahun dan masih memiliki karir yang sangat panjang dan saya ingin bermain game.

“Saya tidak bisa terus duduk di bangku cadangan dan membiarkan hidup saya terus berjalan, merokok cerutu dan tidak melakukan apa-apa. Bukan saya. Saya ingin bermain sepakbola. Tentu saja musim ini saya ingin melakukannya. Saya berharap ini berhasil di sini dan saya bermain di musim ini di sini. Jika tidak, saya perlu melihat diri saya sendiri dan mungkin menemukan solusi lain. “

 

Shaw telah mengalami masa sulit sejak pindah ke Old Trafford dari Southampton pada 18.

Kaki patah yang mengerikan membatasi performa terbaiknya di United pada September 2015 dan ia telah berjuang untuk membangun dirinya di bawah Mourinho sejak pelatih Portugis menggantikan Louis van Gaal pada 2016.


Dia telah dipilih untuk dikritik beberapa kali oleh Mourinho, terutama setelah terpikat pada babak pertama dalam pertandingan Piala FA melawan Brighton pada bulan Maret.

Namun Shaw membela pendekatan manajernya dan bersikeras Mourinho hanya berusaha menjadikannya pemain yang lebih baik.

“Dia mengatakan bahwa dia tahu saya bisa menjadi yang terbaik tetapi kadang-kadang dia merasa frustrasi karena saya tidak melakukan itu,” tambah Shaw.

“Dia tahu apa yang bisa saya lakukan. Itu adalah salah satu teks yang dia kirimkan kepada saya di akhir musim. ‘Saya tahu apa yang dapat Anda lakukan – Anda bisa menjadi yang terbaik tetapi Anda baru saja mengerjakan beberapa hal.”

“Itu sebabnya itu mendorong saya lebih banyak. Dia mengatakan hal-hal ini karena dia tahu saya bisa melakukannya. Dia tahu saya bisa menjadi pemain top. Dia tahu saya bisa bermain untuk Manchester United. Ini mengerikan di kali karena orang hanya melihat hal-hal yang dia mengatakan [di depan umum] .Itu baik-baik saja karena saya orang dewasa dan saya bisa mengambil barang seperti itu. Saya sudah terbiasa. Tapi barang-barang di dalam tempat latihan, tidak ada yang melihat selain saya. Itu masih memberi saya kepercayaan.”

 

Pogba Pantas Jadi Kapten MU

Paul Pogba harus menjadi kapten Manchester United dan inilah saatnya Jose Mourinho menaruh kepercayaannya pada pemenang Piala Dunia
Pogba bersinar untuk Prancis di Rusia tetapi masih memiliki keraguan di sekitar Old Trafford.

Sementara pendukung Inggris hanya bisa melihat dengan kekaguman dan iri hati dan memikirkan apa yang mungkin terjadi, final Piala Dunia setidaknya memiliki hikmah bagi satu bagian penggemar Premier League.

Paul Pogba membuktikan, tanpa ragu, bahwa dia berkelas dunia, dapat bermain di panggung terbesar dan menjalankan pertandingan besar.

Dia memimpin perayaan di depan sekitar 500.000 penggemar di Paris setelah memenangkan apa yang oleh orang Prancis disebut La Coupe du Monde – dan sekarang dia harus menjadi kapten berikutnya dari Manchester United.

Manajer Jose Mourinho belum membuat pengumuman di belakang kapten klub Michael Carrick pensiun, dengan Nemanja Matic dan David De Gea juga dalam bingkai.

Tapi sementara itu diserahkan kepada kapten Tottenham, Hugo Lloris untuk mengangkat trofi di ibukota Rusia ini pada Minggu malam, Pogba telah muncul sebagai pemimpin tim Prancis yang tidak diragukan.

Tujuan ban kapten Old Trafford tentu saja tidak perlu dipikirkan.

Pogba telah menjadi kapten United dengan kebanggaan besar di masa lalu dan memberinya pekerjaan bisa memperbaiki hubungan yang kadang-kadang retak dengan Mourinho.

Di Piala Dunia, Pogba berkembang, dipasang dalam sistem Didier Deschamps dan memiliki pengaruh besar dalam tim.

Bahkan ketika skuad mengumumkan konferensi pers pasca-pertandingan Deschamps setelah menang 4-2 atas Kroasia pada hari Minggu, menghujaninya dengan Sampanye, Pogba memimpin.

Adil Rami, setengah lainnya Pamela Anderson yang pensiun kemarin dari tugas internasional, mengatakan: “Saya dapat memberi tahu Anda bahwa Paul Pogba – dan saya tidak tahu bagaimana dan saya tidak tahu dari mana – menjadi seorang pemimpin.
“Dia membuktikannya pada kami. Dia pemain yang sangat teknis, dia memiliki banyak bakat, tetapi dia berhasil bertempur di pertahanan.

“Semua orang suka pemain yang melakukan step-overs, pala, tetapi hari ini, Paul telah menjadi pemimpin.

“Dia yang menunjukkan jalannya. Semua orang ingin melihat pala tapi itu bukan tentang sepak bola. Anda harus berkeringat, Anda harus menyumbangkan tubuh Anda ke sains.