Pernah dengan Liburan ke Labengki dan Sombori

Pernah dengan Liburan ke Labengki dan Sombori

Saya pertama kali mendengar tentang Labengki dan Sombori itu sekitar setahun yang lalu. Saat itu saya sedang explore Derawan, dan tiba-tiba seorang teman mengajak saya untuk mengunjungi Labengki yang katanya disebut “Raja Ampatnya Sulawesi Tenggara.”.

Saat itu, belum banyak foto-foto yang bisa meyakinkan saya bahwa Labengki dan Sombori ini worth untuk dikunjungin. Karena untuk mengunjungi dua tempat ini ya butuh effort. Pertama, harus terbang ke Kendari dulu. Lalu bakalan melakukan perjalanan darat menuju pelabuhan, dan harus naik kapal selama kurang lebih tiga jam. Dan pada waktu itu juga, info tentang homestay dan lain-lain belum jelas. Apalagi saat itu saya sedang explore Kalimantan juga, jadi saya menolak tawaran tersebut.

Dan akhirnya baru awal tahun ini kesampaian untuk mengunjungi Labengki dan Sombori. Ternyata, saya berani bilang Labengki dan Sombori worth banget untuk dikunjungin meskipun butuh effort.

Nginep di Labengki dimana coy?

Bagi temen-temen yang bingung mau menginap dimana di Labengki, sebenarnya terdapat beberapa pilihan yang bisa kamu pilih. Dulu, ketika Labengki baru mulai dikenal, orang yang traveling kesini menginap di rumah penduduk yang bahkan belum siap jadi homestay. Tetapi sekarang ini, sudah cukup banyak pilihan homestay yang bisa ditempati.

Dasar kami yang ikut trip pengen ngerasain private island, jadilah kami request untuk menginap di salah satu resort yang ada di Labengki. Nggak banyak sih, nah salah satunya ya @labengkibeachhut ini. Secara personal saya suka banget karena lokasinya dekat dengan pulau Labengki kecil (pulau dimana pemukiman berada, jadi kalau ada apa2 gampang). Selain itu, disini juga private karena nggak ada pemukiman di sekitar. Jadi satu pulau itu punya kita aja .

Nah enaknya ada juga paket hemat nih, bagi yang mau tendaan juga bisa karena disana disediakan juga tenda bagi yang mau nginep, jadi tetep bisa ngerasain private island tapi dengan harga yang terjangkau. Kalau merasa petualang dan tenda itu masih terlalu nyaman, silahkan tidur di hammock dan ayunan yang disediakan .

Pagi-pagi juga paling enak sih, bangun langsung bisa sunbathing dan ngeliat sunrise karena posisi kamar menghadap ke arah timur. Jos lah. Salah satu tempat favorit ketika saya explore Labengki kemarin. Sc : @catatanbackpacker.